IKLAN INDONESIANEWS.MY.ID

MERENDA JALAN PANJANG UNTUK RISET DAN PUBLIKASI JURNAL INTERNASIONAL



MERENDA JALAN PANJANG UNTUK RISET DAN PUBLIKASI JURNAL INTERNASIONAL 
Oleh: A. Hanief Saha Ghafur 
Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB), Universitas Indonesia 

Suatu kebanggaan istimewa bagi seorang guru dan dosen jika makalahnya sukses bisa terbit di jurnal bereputasi. Tentu tak terkecuali bagi saya juga. Perjuangan tanpa henti dengan lika-liku usaha untuk bisa terbit di jurnal.  Sebab bagi guru dan dosen, terbit di jurnal itu adalah tagihan wajib. Semakin tinggi jabatan fungsionalnya, semakin banyak tagihan wajibnya. Momen kebahagiaan dan sekaligus kebanggaan jika bisa memenuhi kewajiban itu. Moment istimewa itu, jika makalahnya bisa terbit di jurnal internasional Q-1 sebagai penulis pertama. 

Beberapa makalah saya yang pernah terbit di jurnal internasional, antara lain di Journal of Social Science & Education  Research (JSSER) Turkey terbit di Edisi Desember 2021 dan jurnal COGENT Arts & Humanities pada November 2024  diterbitkan oleh penerbit terkenal Taylor and Francis Group, Inggris. Puji syukur di bulan Oktober makalah saya terbit di Journal of Law and Legal Reform (JLLR) Q-1 edisi Volume-7, Issue-4, October 2026 dengan judul makalah "RETHINKING NATIONAL INTEGRATION IN INDONESIA: ECONOMIC INEQUALITY, ETHNIC RELATIONS, AND INCLUSIVE POLICY REFORM". Makalah ini lahir dari kerjasama riset antara kami dari SPPB- Universitas Indonesia dengan Center for Southeast Asian Studies (CSAS), Kyoto University, Jepang. Semula makalah ini tulisan saya sendiri. Namun dibutuhkan analisis multi perspektif dari bidang ilmu lain, maka kami mengajak yang lain. Setelah mendapat masukan dari berbagai pihak, sekarang makalah ini ditulis bertiga yaitu A. Hanief Saha Ghafur, Ninasapti Triaswati, dan Kosuke Mizuno dari Kyoto University, Jepang. 

Riset ini bermula dari minat dan ketertarikan saya kepada tema-tema kebijakan publik, integrasi bangsa, integrasi tradisi,  ketahanan nasional, geopolitik dan geostrategi. Selain tema-tema ini sebagai bahan tugas mengajar di Universitas Indonesia dan di STIK-PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian),  juga menjadi bahan untuk memenuhi undangan ceramah dan narasumber di LEMHANNAS, dan keterlibatan dalam riset Litbang KOMPAS.  Dari bahan-bahan dan kegiatan itulah saya menghimpun dan merajut pointers diubah menjadi analisis makalah, dan dari makalah menjadi proposal riset. Tema integrasi bangsa, ketahanan nasional, dan reformasi kebijakan saya angkat dan dipresentasikan di beberapa konferensi internasional. Contoh makalah ini, sudah pernah saya presentasikan di konferensi ICSGS di Deakin University, Melbourne pada 24- 25 Juli 2023. Pointers saat itu masih berupa draft sederhana berjudul "Chinese Ethnic Economy, Cosmopolitan Culture, and National Integration Policy in Indonesia". Ada perubahan minor pada judul dan sedikit konten akibat korespondensi dengan Redaktur (Editor in Chief) dari Jurnal. Tentu dengan senang hati bila para sidang pembaca berkenan memberi masukan, kritik, dan saran. 

Setelah makalah dan pointers ini cukup signifikan untuk menjadi riset lapangan, maka saya mengubah menjadi proposal riset. Setelah proposal riset itu jadi, masalahnya tentu soal dana dan kerjasama dengan institusi di luar negeri. Agar bisa naik kelas menjadi kolaborasi riset internasional. Maka kami bertiga berdiskusi soal dana dan mencari mitra kerjasama. Ketemulah  jalan keluar dengan menjalin kemitraan riset antara SPPB-UI dengan Center for Southeast Asian Studies (CSAS), Kyoto University, Jepang. Alhamdulillah dua masalah itu teratasi dan riset berjalan lancar. Surat kami dari UI berbalas dengan sambutan positif berupa surat kesediaan untuk bermitra dari CSAS.

Merenda jalan panjang dari pointers, menjadi makalah, lalu menjadi proposal riset, menemukan mitra kerjasama, melakukan riset lapangan, dan sekarang berhasil terbit di jurnal internasional Q-1 adalah suatu perjalanan panjang lebih 3 tahun sejak 2023 s/d 2026. Jerih payah di jalan panjang itu terasa terobati dengan terbitnya makalah ini dengan judul baru dan beberapa perbaikan yang diminta oleh Editor in Chief dari korespondensi jurnal, sehingga judul dan isi makalah seperti yang bisa kita baca sekarang. 

Jakarta, 3 November 2026
Salam Hormat saya 
A. Hanief Saha Ghafur



Posting Komentar

0 Komentar