Raja Ampat Butuh Penguatan SDM Kuliner, Pendidikan Vokasi Dinilai Penting Didorong

Redaksi Indonesia News
0
Foto: Menteri ATR BPN Bersama Pengurus NU Kota Sorong

SORONG, 2 Oktober 2026 — Pengembangan destinasi wisata Raja Ampat di Papua Barat Daya dinilai perlu diiringi dengan penguatan sumber daya manusia (SDM), termasuk melalui pendidikan keterampilan tata boga dan kuliner.

Gagasan tersebut mengemuka dalam perbincangan Koordinator NU Muda Connection, Munir, dengan jejaring Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Sorong, di antaranya Imam Khoiruddin, Wakil Sekretaris NU Kota Sorong dan Jajang, Guru SMK di Lingkungan NU Kota Sorong pada Jumat (2/10/2026).

Munir menilai, potensi pariwisata tidak cukup hanya didukung oleh keindahan destinasi. Kebutuhan wisatawan terhadap makanan, pelayanan, dan jasa pendukung pariwisata juga perlu menjadi bagian dari pengembangan SDM lokal.

Karena itu, ia mendukung minat jejaring NU Kota Sorong untuk mengembangkan pendidikan vokasi yang memberikan keterampilan praktis kepada generasi muda, salah satunya melalui SMK berbasis tata boga atau kuliner.

Menurut Munir, pendidikan tersebut dapat diarahkan untuk memanfaatkan potensi bahan pangan lokal sekaligus menyiapkan tenaga terampil yang mampu bekerja di sektor restoran, perhotelan, maupun usaha pendukung pariwisata.

"Kalau tamu dari Jakarta datang ke daerah, dia akan mencari yang original. Bahan-bahannya hanya ada di situ. Bahan-bahan segar itu nilai lebihnya," kata Munir.

Tidak sekadar belajar memasak

Munir menilai pendidikan tata boga tidak cukup hanya mengajarkan teknik memasak. Siswa juga perlu mendapatkan pengalaman mengenai pengelolaan usaha dan pelayanan kepada konsumen.

Ia mencontohkan model pendidikan vokasi yang mengajarkan siswa melayani tamu dengan standar restoran atau hotel. Dengan demikian, sekolah dapat menjadi ruang praktik sekaligus tempat pembentukan keterampilan kerja.

Menurut dia, konsep tersebut dapat dikembangkan dalam bentuk proyek percontohan (pilot project) di Sorong dengan menyesuaikan kebutuhan daerah.

"Yang penting bangunannya rapi, bersih, enak. Semua tamu dari Jakarta, tamu dari luar negeri, ketika ke Sorong, bisa bekerja sama dengan NU dan difasilitasi oleh SMK," ujarnya.

Menghubungkan Sorong dengan Raja Ampat

Dalam diskusi tersebut, Munir juga menekankan pentingnya melihat Sorong sebagai bagian dari ekosistem pariwisata yang lebih luas.

Menurut dia, pengembangan pariwisata membutuhkan dukungan berbagai sektor, mulai dari pendidikan, usaha lokal, kelembagaan, hingga keterlibatan dunia usaha.

Karena itu, pendidikan keterampilan kuliner dapat menjadi salah satu bagian dari ekosistem tersebut. Lulusan tidak hanya diarahkan menjadi pekerja, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.

"Ketika kita ngomong yang lebih luas, kita juga butuh institusi yang lebih besar. Penguatan kelembagaan nanti interaksinya dengan teman-teman NU dan teman-teman lainnya. Jadi semuanya dibutuhkan sebagai sebuah ekosistem," kata Munir.

Ia menambahkan, pengembangan pendidikan juga perlu dilanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi apabila kebutuhan SDM semakin berkembang. Salah satu opsi yang disebut dalam diskusi adalah pengembangan pendidikan vokasi melalui politeknik dengan bidang yang sesuai kebutuhan daerah.

Bagi Munir, penguatan pendidikan keterampilan merupakan bagian dari upaya agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan pariwisata, tetapi memiliki kemampuan untuk terlibat dan mengambil manfaat dari potensi ekonomi daerah.

Dengan potensi Raja Ampat sebagai destinasi wisata, menurut dia, keterampilan kuliner, pelayanan, dan kewirausahaan dapat menjadi salah satu bidang yang dipersiapkan sejak pendidikan menengah kejuruan.

Red. AMU

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

INDONESIANEWS.MY.ID

Media Indonesia Maju
To Top