Header Menu

QRIS Link Aja

PPKSI, NEGARA NORWEGIA DAN KEMENTERIAN KEHUTANAN BERSINERGI MELAKSANAKAN RANGKAIAN PROGRAM FOLU NET SIN

 

Ilustrasi


JEMBER, INDONESIANEWS.MY.ID - Jumat, 30 Oktober 2026, Capacity Building bagi Kelompok Tani dan Mahasiswa di Pantai Bandealit. Alam tidak hanya membutuhkan tangan - tangan yang menanam pohon, tetapi juga pikiran yang memahami pentingnya menjaga kehidupan dan hati yang memiliki kepedulian terhadap masa depan bumi.


Hari ini, Pusat Pengembangan Kampung SDGs Indonesia (PPKSI), bersama dukungan Negara Norwegia dan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, kembali melaksanakan rangkaian kegiatan Program FOLU Net Sink melalui kegiatan Capacity Building bagi kelompok tani , Pejabat Taman Nasional Meru Betiri dan mahasiswa yang bertempat di kawasan Pantai Bandealit Jember. 

Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran, pertukaran pengetahuan, sekaligus penguatan kapasitas masyarakat dalam memahami pentingnya pelestarian hutan, pemulihan ekosistem, pengurangan emisi karbon, dan pembangunan lingkungan yang berkelanjutan.

Kelompok tani sebagai masyarakat yang hidup berdampingan dengan alam memiliki peran strategis dalam menjaga kawasan hutan dan mengembangkan praktik pertanian yang ramah lingkungan.

Sementara itu, mahasiswa merupakan generasi intelektual yang diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan, menyebarkan kesadaran ekologis, serta menghadirkan inovasi untuk menjawab tantangan lingkungan.

Bagi PPKSI, program FOLU Net Sink bukan sekadar agenda penghijauan atau kegiatan kehutanan. Lebih dari itu, program ini merupakan ikhtiar membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga hutan berarti menjaga kehidupan manusia.

Sebagaimana pesan pemikiran Sayyid Hossein Nasr, krisis lingkungan tidak dapat dilepaskan dari krisis spiritualitas manusia dalam memandang alam. Alam bukan semata-mata objek untuk dieksploitasi, melainkan amanah yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Dalam perspektif SDGs, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDGs 15 (Ekosistem Daratan), dan SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Pantai Bandealit menjadi saksi bahwa alam memiliki keindahan sekaligus menyimpan pesan tentang tanggung jawab manusia. Dari kawasan pesisir dan hutan, kita belajar bahwa keberlanjutan lingkungan membutuhkan kolaborasi, ilmu pengetahuan, kepedulian sosial, dan tindakan nyata.

Dari Kampung SDGs untuk Dunia. Dari kesadaran menuju gerakan, dari kolaborasi menuju keberlanjutan.
Semoga sinergi PPKSI, Negara Norwegia, Kementerian Kehutanan, kelompok tani, dan mahasiswa menjadi kekuatan bersama dalam mewujudkan Indonesia yang lestari dan berkontribusi bagi masa depan bumi.

Merawat Hutan, Menjaga Kehidupan, Mewariskan Masa Depan.

H. M. Misbahus Salam, M.Pd.I
Ketua Pembina PPKSI


Posting Komentar

0 Komentar