Header Menu

QRIS Link Aja

500 Mahasiswa Indonesia di Timur Tengah Bakal Terima Beasiswa Biaya Hidup Selama Dua Tahun

Sumber: https://www.facebook.com/photo/?fbid=10239430530795820&set=pcb.10239430452073852

JAKARTA, INDONESIANEWS.MY.ID – Program beasiswa bagi mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di kawasan Timur Tengah resmi diluncurkan. Tahun ini, sebanyak 500 mahasiswa yang tersebar di Mesir, Tunisia, Maroko, Suriah, Yordania, dan Yaman akan menerima bantuan biaya hidup sebesar Rp 1 juta per bulan selama dua tahun.

Program tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari mahasiswa selama menjalani pendidikan di luar negeri. Bantuan ini dinilai cukup berarti karena biaya pendidikan atau perkuliahan para mahasiswa penerima beasiswa telah ditanggung secara gratis.

Peluncuran program beasiswa tersebut dihadiri Ketua Baznas, Sodiq Mujahid, Duta Besar Indonesia, serta sejumlah narasumber, yakni Abdul Mutaalli dan Idy Muzayyad. Sementara itu, Kiai Imam Jazuli mengikuti kegiatan secara daring.

Kegiatan yang berlangsung di sebuah aula di pusat Kota Kairo, Mesir, tersebut dihadiri para mahasiswa penerima beasiswa. Sebagian besar peserta merupakan mahasiswa Universitas Al-Azhar.

Sejumlah perwakilan organisasi mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Mesir turut hadir, di antaranya pengurus Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU), Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis), serta Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI).

Selain peluncuran program, kegiatan tersebut juga diisi diskusi mengenai dinamika kehidupan akademik mahasiswa Indonesia di Timur Tengah, khususnya di Universitas Al-Azhar. Pembahasan mencakup suasana perkuliahan, capaian akademik, hingga tantangan yang dihadapi mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan.

Dalam diskusi tersebut terungkap sejumlah capaian membanggakan mahasiswa Indonesia. Lebih dari 40 mahasiswa dilaporkan berhasil meraih predikat cum laude. Bahkan, 10 di antaranya memperoleh predikat summa cum laude.

Prestasi lainnya, terdapat mahasiswa Indonesia yang berhasil menempati posisi terbaik kedua di Al-Azhar. Ada pula mahasiswa Indonesia yang meraih predikat terbaik di antara mahasiswa asing atau mahasiswa yang berasal dari luar Mesir.

Meski demikian, perjalanan studi mahasiswa Indonesia di Timur Tengah tidak seluruhnya berjalan mulus. Dalam forum tersebut juga disampaikan adanya sejumlah mahasiswa yang menghadapi persoalan selama menjalani pendidikan. Beberapa di antaranya bahkan harus dipulangkan.

Persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam diskusi, sekaligus pengingat pentingnya pendampingan dan pengawasan terhadap mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri.

Melalui program beasiswa ini, diharapkan mahasiswa Indonesia di kawasan Timur Tengah dapat lebih terbantu dalam memenuhi kebutuhan hidup, menjaga keberlangsungan studi, serta meningkatkan prestasi akademik selama menempuh pendidikan.

(Red. AMU)

Posting Komentar

0 Komentar