KEMBALI MENUJU FITRAH

Redaksi Indonesia News
0


KEMBALI MENUJU FITRAH
Oleh: Dr. KH. Zakky Mubarak, MA

Setelah menyeselesaikan puasa Ramadhan sebulan penuh, disertai dengan melaksanakan ibadah dan amal shaleh, insan muslim kembali kepada fitrah. Fitrah maksudnya adalah kesucian dasar manusia. Idul fitri yang baru dirayakan dan dihayati oleh setiap orang muslim, merupakan manifestasi dari rasa syukur setiap pribadi yang beriman terhadap Khaliqnya. 

Idul Fitri memiliki dua makna atau dua pengertian, (1) Idul Fitri yang berarti kembali berbuka, maksudnya setelah manusia muslim melaksanakan puasa sebulan penuh, mereka kembali berbuka (tidak berpuasa di hari raya idul fitri, pada tanggal 1 Syawal). Dengan demikian, arti Idul Fitri yang pertama adalah berbuka.

Arti yang kedua diambil dari kata fitrah (dari akar kata yang sama), maksudnya adalah kembali kepada kesucian. Dipahami demikian, karena orang-orang yang berpuasa Ramadhan, sesuai dengan tuntunan al-Qur’an dan al-Sunnah serta menunaikan zakat fitrahnya menjadi bersih kembali dari dosa-dosanya.

Idul Fitri yang berarti kembali kepada fitrah maksudnya adalah kembali kepada awal penciptaan dasar manusia yang suci dan kembali kepada agama yang benar. Kembali kepada kesucian, berarti kita kembali kepada suasana yang bersih dan suci, terlepas dari noda dan dosa. Hal seperti itu dapat mengantarkan setiap pribadi muslim pada sikap ketaatan dan kepatuhan kepada Allah s.w.t. dengan mengikuti petunjuk al-Qur’an, dan al-Sunnah.

Dengan penuh keikhlasan dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah, maka akan terlepas dari dosa-dosanya, menjadi suci kembali. Kesucian itu hendaknya terus dipertahankan dalam bulan-bulan berikutnya dengan meningkatkan kualitas ketakwaan dan keimanan kepada Allah s.w.t… Kita harus selalu berusaha bertakarrub, mendekatkan diri kepada-Nya dalam segala kehidupan dengan tunduk dan patuh.

Pemahaman yang ke (2) atau kembali kepada fitrah sebagaimana disebutkan di atas, disebutkan dalam hadits Nabi s.a.w.: “Barang siapa yang melaksanakan puasa Ramadhan dengan keimanan dan keikhlasan, akan diampuni dosa-dosa masa lalunya”. (HR. Bukhari, 37 dan Muslim, 1266). Hadits selanjutnya menjelaskan: “Barang siapa yang melaksanakan shalat qiyam Ramadhan atau shalat tarawih, maka diampuni dosa-dosa masa lalunya”. (HR. Bukhari, 36 dan Muslim, 1267).

Fitrah yang berarti kembali pada asal kejadian, maksudnya bahwa manusia itu pada asal kejadiannya adalah baik, karena ia diciptakan dalam fitrah Allah. Fitrah itu tidak akan berubah untuk selama-lamanya. Ia telah digariskan Allah sebagai dasar kejadian manusia yang akan mendasari kebahagiaan dan kesuksesan, baik pada masa kini, maupun pada masa yang akan datang. 

Maka, hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam sesuai) fitrah (dari) Allah yang telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah (tersebut). Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS. Rum, 30:30).

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

INDONESIANEWS.MY.ID

Media Indonesia Maju
To Top