Oleh: A. Hanief Saha Ghafur
Ketua Program Doktor Kajian Stratejik Global, SKSG, Universitas Indonesia
hanief.saha@ui.ac.id haniefsaha@yahoo.com
I. Pendahuluan
Makalah ini ditulis memenuhi undangan sebagai pembicara pada seminar yang diselenggarakan oleh ILUNI-UI Sekolah Pascasarjana 26 Januari 2023 di Hotel Savoy Homan, Bandung. Seminar mengambil tema tentang: Pelembagaan Partai dan Kepemimpinan Strategis Nasional. Namun makalah saya mengambil sisi spesifik tentang ketangguhan partai politik dari guncangan politik. Sedang tema spesifik lainnya telah diambil oleh para pembicara yang lain. Secara keseluruhan sisi spesifik yang saya Sonoran ini akan melengkapi tema seminar secara keseluruhan. Saya menggap sisi ketangguhan itu penting bagi institusi partai politik untuk mewujudkan kehidupan demokrasi dan masyarakat yang madani (civilized). Tentu dalam hal ini, Saya sebagai akademisi sekedar pengamat, sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu pengetahuan yang saya miliki.
Makalah ini dimaksudkan untuk membuka kesadaran tentang arti pentingnya ketahanan dan ketangguhan partai menghadapi masalah internal dan eksternal. Banyak partai sering kali abai tentang pentingnya ketahanan dan keberlanjutan. Terutama partai yang sedang berada di zona nyaman atau partai sedang menjadi ruling party. Banyaknya pengurus partai yang partainya lolos parliamentary treshold atau kadernya menjadi pejabat pemerintah lupa atau lalai memikirkan ketahanan dan ketangguhan organisasinya. Banyak partai yang lupa berinvestasi jangka panjang dan lalai meregenerasi kadernya. Pilihannya ada dua, apakah partai akan sekedar menjadi partai massa atau akan menjadi partai kader. Partai hanya sekedar mampu menghimpun buih-buih massa, tanpa adanya kaderisasi dan keberlanjutan para kadernya dalam jangka panjang.
II. Memaknai Ketangguhan Partai Untuk Agenda Riset
Untuk keberlanjutannya suatu organisasi ke depan. Suatu organisasi ketahanan jangka panjang. Ketahanan dalam pengertian adanya ketangguhan ulet dan dinamis ancaman dan tantangan. Baik menghadapi VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) maupun ATHG (Ancaman, Tantangan, Hambatan, Gangguan). Tangguh tidak hanya bangkit kembali dari keterpurukan, ancaman masa depan, ataupun perubahan natural akibat seleksi alam. Berbagai indikator penting untuk ketangguhan itu perlu terus ada dan mampu muncul di tengah keterpurukan. Mampu menyerap guncangan politik akibat adanya persaingan kepemimpinan, seleksi kader, turbulensi politik, dll.
Organisasi partai perlu mampu mengubah setiap turbulensi internal partai maupun eksternal politik akibat intervensi politik, kebijakan publik, peraturan per-UU-an, dll. Semua itu mampu diserap dan diubah menjadi peluang dan tantangan. Partai perlu mampu membalik ancaman turbulensi ATHG menjadi peluang tantangan untuk mempertahankan organisasi dan ketangguhan partai yang berkelanjutan. Pimpinan partai harus mampu mengantisipasi risiko yang akan terjadi. Tetapi sekaligus juga mampu mengintegrasikan resiko ke dalam ketahanan stratejik, baik jangka panjang maupun jangka pendek.
Ketika tantangan muncul, para pimpinan dan pengurus partai cepat tanggap atas pentingnya ketangguhan, keberlanjutan, dan mampu menilai situasi segera serta mengorientasikan semua itu ke depan. Kekurangaan dan kelemahan partai mampu teridentifikasi dan terpetakan dan direspon segera dengan solusi yang cepat tepat. Misalnya dualisme legitimasi, dualisme kepengurusan, dan segala macam persaingan internal yang dapat mendestruksi institusi partai.
Resep jitu bila terjadi suatu destruksi terhadap institusi partai, maka cepat pula merekonstruksi diri dan memapankan kembali dengan konstruksi baru. Begitu pula bila terjadi disorganisasi terhadap institusi partai, maka pempu dengan solid para pengurusnya mereorganisasi partai dan memapan kembali organisasi partai untuk keberlanjutannya ke depan. Pengurus partai harus mampu dengan kuat menggalang soliditas pengurus keberlanjutan institusi dalam setiap perubahan yang terjadi. Untuk ketangguhan yang ulet dan dinamis. Setiap turbulensi perubahan internal dipastikan ada tanggal kedaluwarsa untuk suatu ketahanan organisasi. Jangan sampai masalah penting dan besar berlarut-larut tanpa solusi. Bila terus berlarut-larut, dipastikan akan muncul lebih banyak VUCA dan ATHG dalam institusi maupun kepengurusan partai. Untuk memperoleh ketangguhan ulet dan dinamis perlu tetap mengakomodasi perubahan, keterbukaan demokratis, dan dorongan konstan bagi pengurus partai untuk mewujudkan hasil lebih baik cepat.
Partai yang memupuk ketahanan organisasi --didorong tidak hanya oleh krisis tetapi juga oleh peluang yang ada — Dipastikan akan memperoleh keunggulan penting dan akan lebih mampu bertahan lama dibanding para pesaing. Baik persaingan akibat eskalasi internal maupun persaingan politik dengan partai lain. Ketangguhan ketahanan organisasi perlu terus dijaga dan dipupuk sampai mencapai tingkat soliditas pengurus dan organisasi partai. Terutama saat menjelang Kongres, Muktamar, Pemilu, dan seterunya. Terutama pengurus pusat partai, para petugas partai yang bekerja di garis depan, kader partai yang ada di pemerintahan. Ketiganya adalah komponen utama penjaga soliditas dan ketangguhan partai dari guncangan politik internal dan eksternal.
Hasil riset McKinsey tentang adanya korelasi positif antara ketangguhan suatu organisasi dengan kinerja organisasi, kedisiplinan, dan realisasi program. Ternyata korelasi ini menunjukkan bahwa akan melahirkan perilaku sehat dan tangguh dalam suatu organisasi. Seperti relasi antar pengurus partai, kepercayaan antar sesama, kerjasama di antara mereka. Karakteristik relasi yang sehat di atas lebih kecil kemungkinannya ada pada organisasi yang "tidak sehat" dan sedang menuju terjadinya suatu turbulensi, disorganisasi, dan disorientasi. Banyak points penting dari tema dan poits yang ada dalam makalah ini bisa menjadi agenda riset. Khususnya terkait ketahanan dan ketangguhan institusi partai. Telah banyak juga riset- riset terdahulu yang mengkaji dan memperlajari ketahanan partai menghadapi turbulensi politik yang sering terjadi. Volatilitas partai sangat sering terjadi karena eskalasi sebagai akibat persaingan internal maupun dengan pihak eksternal.
III. Resep Ketahanan dan Ketangguhan Partai
Badan penelitian dan kerja McKinsey Institute yang telah bekerja selama beberapa dekade dengan berbagai organisasi yang berusaha menjadi lebih tangguh. McKinsey memberi resep jitu ketahanan suatu organisasi. Bila hasil riset ini diterapkan kepada organisasi partai politik, maka akan dapat meningkatkan ketahanan dan ketangguhan suatu partai menghadapi VUCA dan ATHG. Berikut 4 resep ketangguhan dari McKinsey yang bisa diterapkan kepada partai politik, yaitu :
1). Mampu membangun organisasi yang dinamis dan gesit. Pengambilan keputusan yang lebih cepat, tepat, dan tanggap berdasarkan informasi data yang akurat dan hasil analisis yang tajam dan terpercaya. Hal ini bisa memudahkan pimpinan me-review, menguji, dan mengambil keputusan dengan tepat dan cepat. Namun masalahnya organisasi partai sering gemuk. Karena politik akomodasi untuk meredam persaingan, politik balas budi, faksi-faksi, in group dan out group, dan sebagainya.
2). Mampu membangun tim yang solid (dream team) dan tanggap terhadap masalah yang dihadapi. Mampu tim diajak untuk terlibat dan dimintai umpan-balik, dan pertanggungjawaban. Terutama terkait dengan kebijakan dan rencana strategis ke depan yang harus diambil oleh pimpinan puncak.
3). Mampu menemukan dan mempromosikan pemimpin terbaik melalui rekrutmen dan seleksi yang baik pula. Mampu menjaga integritas dan kredibilitas partai, baik organisasi maupun pengurusnya. Pemimpin yang luwes, mampu beradaptasi, mampu mewujudkan agenda dan program partai. Tidak sekedar bisa bereaksi tanpa solusi jika ada masalah. Mereka siap dan menyediakan waktu untuk melatih pengurus dan mendidik kader partai. Mampu menjaga ketahanan jangka pendek dan jangka panjang.
4). Mampu berinvestasi kader partai dan meregenerasi ideologi partai. Mampu membangun budaya positif partai. Berfokus secara internal untuk membangun sistem, standar dan prosedur operasional, administrasi politik, dan sebagainya.
Resep ini ternyata dari pengalaman McKinsey mendampingi beberapa organisasi mampu memperkuat daya tahan dari berbagai guncangan. Termasuk organisasi partai politik, tentu dengan berbagai variasi dan perbedaan karakteristik. Karena dengan perbedaan yang ada, sejatinya setiap partai memiliki variabel kemungkinannya sendiri untuk survive dan mampu bertahan. Tentu resep di atas memiliki kerelatifan tersediri yang tidak bisa diterapkan begitu saja secara mutlak kepada setiap masalah yang menggangu dan mendestruksi suatu partai.
IV. Kesimpulan
Kesimpulan ini adalah points penting yg saya tarik dari diskusi dalam makalah ini.
Beberapa points penting kesimpulan, antara lain sebagai berikut :
a). Ada dua kata kunci penting bagi keberlangsungan suatu partai politik, baik jangka pendek dan jangka panjang, yaitu ketahanan dan ketangguhan. Risiko masalah yang diberi solusi berpengaruh terhadap tingkat-tingkat ketahanan dan ketangguhan suatu partai;
b). Menjaga keberlanjutan suatu partai, diperlukan ketahanan dan ketangguhan melalui proses disorientasi, reorientasi, dan orientasi baru. Terjadinya destrukturisasi, perlu restrukturisasi, dan akan lahir strukturisasi baru. Juga terjadinya disorganisasi, perlu reorganisasi, dan terlahir menjadi organisasi baru.
c). Resep menarik dari McKinsey yang berpengalaman mendampingi keberlanjutan suatu organisasi. McKinsey menyodorkan 4 (empat) resep sukses ketahanan, ketangguhan, dan keberlanjutan suatu organisasi, termasuk partai politik, yaitu : 1). Mampu membangun organisasi yang dinamis dan gesit; 2). Mampu membangun tim yang solid (dream team) dan tanggap terhadap masalah yang dihadapi; 3). Mampu menemukan dan mempromosikan pemimpin terbaik melalui rekrutmen dan seleksi yang baik pula; 4). Mampu berinvestasi kader partai dan meregenerasi ideologi partai.
d). Semua masukan dan proses yang disampaikan dalam makalah ini bersifat relatif. Karena politik itu adalah terkait kepentingan. Politik ada sepanjang adanya kepentingan. Tidak ada kepentingan maka tidak ada itu politik. etiap partai memiliki variabel kemungkinannya sendiri untuk survive dan mampu bertahan. Tentu semua resep dan kemujarabannya bersifat relatif yang tidak bisa diterapkan begitu saja secara mutlak kepada setiap masalah yang menggangu dan mendestruksi suatu partai.
DAFTAR PUSTAKA
R.A.W Rhodes, Sarah A. Binder, & Berta A. Rockman
The Oxford Handbooks of Political Institutions (Oxford University Press, Oxford UK: 2006).
Michael Freeden, Lyman Tower Sargent, & Marc Stears.
The Oxford Handbooks of Political Ideologies. (Oxford University Press. Oxford UK: 2013).
Dana Maor, Michael Park, & Brooke Weddle.
Raising the Resilience of Your Organization (McKinsey & Company: 2022).
World Economic Forum in collaboration with McKinsey & Company
Seizing the Momentum to Build Resilience for a Future of Sustainable Inclusive Growth. (January 2023).
Alfonso Natale, Thomas Poppensieker, and Michael Thun
From Risk Management to Strategic Resilience (McKinsey & Company).